Sejarah Perpustakaan
Perpustakaan Pelita SMP Negeri 1 Tayu
Perpustakaan SMP Negeri 1 Tayu berdiri pada tanggal 11 Januari 1974 pada awalnya adalah sekolah swasta bernama SMP Nasional di Tayu. Pada tanggal 11 Januari 1974 berubah status menjadi SMP Negeri yang beralamatkan di jalan RA Kartini nomor 50 A Tayu.
Pada saat kepala sekolah dijabat Bapak Sujitno Bc Hk dari tahun 1974 s.d. 1976 selalu menganjurkan peserta didik untuk menambah wawasan pengetahuan melalui minat baca yang tinggi dengan membaca buku. Tetapi jumlah bahan pustaka sangat terbatas, belum ada pembedaan jenis bahan pustaka, sistem pengelolaan belum memadai, tenaga partime yang siap ditempat belum ada. Sehingga bahan baca yang dimiliki untuk mengendalikan operasionalnya hanya diberi label pada sampulnya dengan kode abjad dan angka urut.
Pada tahun 1979 - 1982 ruang yang digunakan menempatkan bahan pustaka adalah gudang yang dipakai untuk ruang karawitan sekaligus untuk perpustakaan mini. Tahun 1983 SMP Negeri 1 Tayu mendapat bantuan dari pemerintah gedung Perpustakaan yang diresmikan penggunaannya oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah, Bapak Drs. Koestedjo. Sehingga pada tahun 1983 SMP Negeri 1 Tayu memiliki gedung perpustakaan dengan luas bangunan 12 meter X 8,5 meter, letaknya sangat strategis karena berada pada jalan masuk halaman sekolah. Bangunan dilengkapi ruangan untuk membaca, layanan, dan ruang deposit untuk menyimpan bahan-bahan pustaka. Oleh Bapak Achmad Mochtar perpustakaan tersebut diberi nama “PELITA“, dikandung maksud bahwa perpustakaan di SMP Negeri 1 Tayu dapat menjadi penerang bagi seluruh warga besar dari Guru dan peserta didik dalam mencapai cita-cita yang diangankan. Pengadaan bahan pustaka ada yang berasal dari bantuan pemerintah, bantuan BP3, warga yang peduli dan dari kenang-kenangan siswa yang lulus ujian akhir. Tenaga pengelola perpustakaan dilengkapi yaitu dari bapak dan ibu guru bahasa Indonesia dan dibantu tenaga honorer. Namun, sistim pengelolaan bahan pustaka masih belum sesuai dengan standar pengelolaan perpustakaan.
Tahun 1990 pemerintah melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan pelatihan / penataran tenaga pengelola perpustakaan tingkat SLTP dan SLTA. Tetapi dari bapak dan ibu guru yang hendak dikirim mengikuti penataran perpustakaan selalu menghindar. Ada yang berdalih dan beranggapan bahwa bekerja di Perpustakaan adalah orang buangan. Upaya mengirimkan penataran dan pelatihan tenaga pengelola perpustakaan tetap ditawarkan kepada mereka yang bersedia. Ditugaskannnya seorang guru ketrampilan untuk mengikuti pelatihan/penataran tahun 1990 di tingkat Kabupaten Pati yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati bekerja sama dengan Perpustakaan Daerah Jawa Tengah. Berawal dari tahun 1990 perpustakaan SMP Negeri 1 Tayu mulai tertata dengan pengelolaan sistim DDC yang menjadi sistim standar mengelola perpustakaan.
Kemampuan tenaga perpustakaan terus ditingkatkan, maka pada tahun 1991 diselenggarakan penataran dan pelatihan tenaga pengelola perpustakaan SLTP dan SLTA tingkat Jawa Tengah demikian penataran- penataran berkelanjutan yaitu tahun 1991, tahun 1995 dan tahun 1998 dengan lama waktu dari 120 jam sampai 300 jam. Kepala sekolah silih berganti dan beban perpustakaan juga silih berganti, khususnya keadaan bahan pustaka yang dimiliki SMP Negeri 1 Tayu. Ketika musibah mendera perpustakaan mulai pada tahun 1990, tahun 1998 dan 2006 terjadinya banjir bandang di wilayah Tayu, membawa dampak terhadap perpustakaan. Sarana dan prasarana sekolah banyak yang rusak akibat banjir yang disertai lumpur dan tak luput pula bahan pustaka/buku-buku perpustakaan dan kelengkapanya terendam banjir dan rusak berat. Ironis jadinya, semua harus dimulai dari nol bagaimana ingin memiliki perpustakaan yang ideal dan standar, tetapi setelah tertata dan terawat akhirnya porak poranda.
Tahun 2007 mulai bangkit kembali menapak perjalanan perpustakaan walau bahan pustaka yang dimiliki merupakan sisa-sisa banjir yang terselamatkan. Upaya penambahan bahan pustaka melalui kenang-kenangan siswa yang lulus ujian tetap berjalan walau porsinya belum memadai jika dibandingkan dengan kebutuhan siswa yaitu 1:3 yang artinya setiap siswa minimal mendapat kesempatan membaca 3 judul buku. Selayaknya dari jumlah siswa lebih kurang 620 siswa bahan pustaka yang harus tersedia adalah 620 X 3 judul buku atau terdapat minimal 1240 judul buku.
Mulai pada tahun pembelajaran 2011-2012 sekolah mendapat perhatian pemerintah dengan adanya bantuan paket buku-buku perpustakaan yang lumayan banyaknya hampir ada lebih dari 500 judul bahan pustaka. Tetapi sangat disayangkan paket bahan pustaka tersebut tidak diklasifikasi terhadap penggunanya atau rentang isi buku dengan tingkatan pemakainya.
SMP Negeri 1 Tayu yang sekarang berada dilokasi baru yaitu di jalan Diponegoro nomor 35 Tayu keberadaan perpustakaannya semakin meningkat, demikian dengan kwalitas tenaga pengelolanya yang mau belajar dan mempelajari tentang bagaimana mengelola perpustakaan yang professional khususnya usaha-usaha mengembangkan minat baca dan kerjasama dengan guru-guru disekolah dalam mendorong pengembangan minat baca.